Hama dan Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Cabai

Diposting pada

Penyakit pada Tanaman Cabai

Hama dan Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Cabai

Budidaya Cabai

Penyakit Tanaman Cabai: Hama, Obat, Layu dan Kutu Daun – Budidaya tanaman cabai merupakan kegiatan bercocok tanam yang menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Di Indonesia, permintaan cabai cukup tinggi. Cabai sepertinya sudah menjadi makanan pokok masyarakat. Di waktu-waktu tertentu, seperti musim liburan, harga cabai bisa naik puluhan kali lipat.

Usahatani cabai (Capsicum annuum L.) membutuhkan modal yang besar dan keterampilan yang cukup. Tidak jarang petani cabai merugi karena lalai memperhitungkan faktor cuaca, fluktuasi harga atau serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, segala resiko dalam budidaya tanaman cabai harus diperhatikan dengan matang.

Serangan hama dan penyakit merupakan salah satu faktor risiko utama dalam budidaya cabai. Agar sukses dalam menjalankan usaha budidaya cabai, ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman cabai.

Penyakit-Dalam-Tanaman-Cabai
Penyakit pada Tanaman Cabai

Penyakit yang menyerang tanaman cabai bisa disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan jamur. Setidaknya ada enam macam penyakit yang biasa menyerang tanaman cabai, di antaranya:
Bintik Daun

Bintik-daun

Penyakit bercak daun yang menyerang tanaman cabai disebabkan oleh cendawan Cercospora capsici. Gejalanya berupa bercak bulat berwarna abu-abu dengan tepi berwarna coklat pada daun. Bila serangan semakin intensif daun akan menguning dan akhirnya gugur. Penyakit ini biasanya menyerang pada musim hujan yang kelembabannya cukup tinggi.

Artikel Lain : Cara Menanam Cabai Jawa

Penyakit ini menyebar ketika cendawan masih dalam bentuk spora dan dapat dibawa oleh angin, hujan, vektor hama, dan alat pertanian. Spora jamur juga dapat menempel pada biji atau biji cabai.

Artikel Terkait :  Cara Mudah Install Font di CorelDRAW

Pencegahan penyakit ini dengan memilih bibit yang sehat bebas patogen. Peregangan jarak tanam berguna untuk meminimalisir serangan agar lingkungan tidak terlalu lembab. Pengendalian teknis dapat dilakukan dengan cara memusnahkan tanaman yang terserang dengan cara dibakar. Jika serangan semakin parah dapat diberikan fungisida.
Patek atau Antraknosa

Patek

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici dan Colletotrichum gloeosporioides. Pada fase semai, penyakit ini menyebabkan kecambah menjadi layu saat disemai. Sedangkan pada fase dewasa menyebabkan kematian pucuk, serangan pada daun dan batang menyebabkan busuk kering. Sedangkan buah akan membusuk seperti terbakar.

Penyakit ini dapat dibawa dari biji atau biji cabai. Pencegahan dapat dilakukan dengan memilih bibit yang sehat dan bebas patogen. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara memusnahkan tanaman yang terserang dan penyemprotan fungisida.
Busuk

Busuk di Buah Cabai

Ada dua macam penyakit busuk yang biasa menyerang tanaman cabai, yaitu busuk cabang dan busuk pucuk. Busuk cabang pada tanaman cabai disebabkan oleh Phytophthora capsici. Menyerang saat musim hujan dan menyebar dengan sangat cepat.

Busuk pucuk disebabkan oleh cendawan Choanosarum sp. Penyakit ini masih jarang ditemukan di Indonesia. Gejalanya, tanaman menghitam dan akhirnya mati.

Penyakit ini dapat dikendalikan dengan mengurangi dosis pemupukan nitrogen seperti urea dan ZA. Kemudian sesuaikan jarak agar sirkulasi udara berjalan lancar. Tanaman yang terinfeksi harus dicabut dan dibakar. Penyemprotan bisa dilakukan dengan fungisida, jika dilakukan pada musim hujan pilihlah fungisida yang memiliki perekat.

Artikel Lainnya : 9 Cara Menanam Cabai Rawit Untuk Buah Padat dan Perawatannya
Layu

Layu

Penyakit layu merupakan penyakit yang cukup sulit dikendalikan dalam budidaya cabai. Penyakit layu dapat disebabkan oleh berbagai hama tanaman seperti berbagai jenis jamur dan bakteri.

Artikel Terkait :  Wisata Alam Waduk Nglangon, Grobogan, Jawa Tengah

Layu yang disebabkan oleh jamur disebut layu fusarium. Jenis jamurnya adalah Fusarium sp., Verticilium sp. dan Pellicularia sp. Jamur ini hidup di lingkungan yang asam. Sedangkan penyakit layu bakteri disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum. Bakteri ini hidup di jaringan batang. Pengendalian penyakit layu harus diperhatikan lebih spesifik agar penanganannya lebih tepat.
Virus kaukasia atau virus kuning

Tanaman cabai yang terserang virus kuning, daun dan batangnya akan terlihat kuning. Penyakit ini disebut juga penyakit bule atau downy mildew. Penyebabnya adalah virus gemini, penyakit ini bisa dibawa dari biji atau biji dan ditularkan melalui kutu.

Penyakit yang disebabkan oleh virus tidak akan berhasil dengan cara menyemprotkan racun kimia. Pengendalian harus dilakukan sejak dini, dengan memilih bibit unggul dan tahan terhadap serangan virus. Selain itu juga dapat membasmi hama yang menjadi vektor, seperti kutu.

Sumber :