Kasus Hacker Bjorka Meledak, Kemenkeu Siap Tambah Anggaran BSSN Jadi Rp 624 Juta

Diposting pada

Kasus Hacker Bjorka Meledak, Kemenkeu Siap Tambah Anggaran BSSN Jadi Rp 624 Juta

Kasus Hacker Bjorka

Kasus peretasan terbaru oleh peretas Bjorka membuat Kementerian Keuangan menaikkan anggaran BSSN sebesar Rp. 624 miliar. Bjorka membuat heboh dan menjadi viral di media sosial Twitter dalam beberapa hari terakhir, aksinya sempat membuat resah pemerintah.

Pasalnya, Bjorka membocorkan data pribadi orang Indonesia dan menjualnya ke situs forum crack. Bukan hanya meretas dan membocorkan informasi pribadi orang Indonesia. Bjorka juga mendistribusikan data dari pejabat pemerintah, bahkan hingga data orang nomor satu Indonesia, Presiden Joko Widodo.

Tindakan Bjorka membuktikan betapa lemahnya sistem keamanan siber Indonesia dan membuat geram masyarakat Indonesia atas fakta tersebut. Berdasarkan kasus tersebut, Kementerian Keuangan yang dipimpin Sri Mulyani Indrawati akhirnya memutuskan untuk menaikkan anggaran pemilu Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Kenaikan anggaran dimaksudkan untuk memperketat perlindungan data pribadi di ruang publik terhadap serangan hacker dari Internet. Anggaran Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tahun 2023 diperkirakan mencapai sekitar Rp 624,37 miliar, meningkat Rp 70 miliar dari anggaran tahun lalu.

Anggaran tersebut termasuk anggaran untuk program dukungan pengelolaan BSSN sebesar Rp.

Dalam pertemuan tersebut, politisi PDIP Utut mengungkapkan bahwa Indonesia perlu meningkatkan pertahanan siber yang saat ini sangat lemah.

“Memang apa yang dikatakan Letjen Hinsa Siburian, kita semua mengerti. Kemarin kita bertemu Bjorka, kita tersendat,” kata Utut dalam sidang tersebut. Dikutip oleh Terkini.id dari cnnindonesia.com

Dalam pertemuan itu, Utut juga mengatakan bahwa peretas Bjorka bisa saja orang luar bahkan orang Indonesia sendiri, menurut pandangan polisi, yang mendapatkan pemuda asal Madiun yang diduga komplotan Bjorka.

Artikel Terkait :  5 Bentuk Kata Imbuhan 'Give' Yang Rancu

“Bjorka mungkin dari mana, nama asli Björk biasanya Skandinavia, tapi siapa yang bertemu dengan bocah itu kemarin, Magelang? Oh, Madiun,” katanya lagi. Dikutip Terkini.id dari cnnindonesia.com

“Selanjutnya akan diserahkan kepada Badan Anggaran DPR RI untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Utut. Dikutip Terkini.id dari cnnindonesia.com
Baca Juga: Virus yang Diduga Di Balik Topeng Bjorka Ternyata Adalah Gus Samsudin

Usai disetujui, Kepala BSSN Hinsa Siburian mengaku telah menerima keputusan pagu anggaran untuk lembaganya pada tahun anggaran 2023, ia bersyukur atas dukungan selama ini. Menurutnya, kondisi saat ini merupakan tantangan bagi BSSN sendiri.

“Terima kasih atas dukungannya selama ini, maka hasil dari pertemuan ini, apapun itu kondisi sepihak, memang menjadi tantangan bagi BSSN,” ujarnya. Dikutip Terkini.id dari cnnindonesia.com

Diharapkan dengan adanya penambahan anggaran tersebut dapat meningkatkan tingkat keamanan data dan cyber di negara Indonesia sehingga tidak ada lagi hacker yang dapat mengganggu dan mencuri informasi pribadi masyarakat Indonesia.

Sumber :